Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan
perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar
pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan
suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan
menunjukkan kesetiaan
satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera
mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati
kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat
dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan
perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan
seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak
akan merugikan atau menyakiti mereka. (http://id.wikipedia.org/wiki).
Entah bagaimana persahabatan itu bisa terjalin
diantara kami. Kita mempunyai kesamaan mulai dari prinsip, sikap, sifat bahkan
cara pandang terhadap sesuatu. Harusnya bahagia mempunyai sahabat yang seperti
itu, tapi tidak seperti yang dibayangkan. Justru ketika mempunyai kesamaan
dengan seseorang kata tidak setuju sering muncul, satu sama lain berusaha untuk
dipahami maksudnya. Diantara kita sama-sama egois, keras kepala. Mulai dari itu
aku mulai merenungkan apa persahabatan ini salah.
Kalau menurut ucapannya Sigmund Freud, orang dewasa
itu isi pikirannya yang paling dominan hanya dua: to love and to work.
Mereka berkonsentrasi pada keluarga (to love) dan kerjaannya (to work).
Kohesi persahabatan yang terjadi pada kehidupan orang dewasa biasanya adalah
lanjutan dari persahabatan sebelumnya atau karena kepentingan dan kondisi yang
dirasakan sangat spesifik (benar-benar senasib). Nah lo apa hubungannya coba
sama statement diatas.. nggak da sih cuman pingin namabahin ja, siapa tau
bermanfaat.
Kalau dilihat dari tanda-tandanya apa mungkin
persahabatanku dengannya mulai renggang? Entahlah, tapi aku ingin berusaha
untuk mempertahankan, bagaimanapun pasti ada solusinya. Tapi menurut Duck
(1985), biasanya fase-fase bubarnya hubungan (disolusi) itu diawali dari proses
di bawah ini:
- Ketidakpuasan dari hubungan itu. Misalnya saja kita menerima perlakuan yang tidak fair, atau persahabatan yang ada tidak membuahkan hasil-hasil tertentu seperti yang semula dibayangkan. Misalnya saja persahabatan karena narkoba.
- Upaya menarik diri. Kita sudah merasa tidak cocok lagi atau ada keinginan untuk menentang atau juga kita menarik diri. Bisa juga setelah kita menghitung untung-rugi, manfaat-keuntungan.
- Mempraktekkan keputusan unuk menghindar atau menjauh
Bisa juga disolusi itu terjadi sesuai dengan urutan
yang ditemukan Hawk Williams (The essence of
managing group & teams, 1996) berikut ini:
- Ada problem yang kita jumpai (menurut versi kita) pada dia
- Kita membiarkan / tidak menunjukkan problem itu kepada orang yang kita anggap punya masalah dengan kita
- Problem itu tetap muncul atau terus bertambah
- Perasaan negatif terus menggunung / mengakumulasi
- Kita kehilangan perspektif tentang orang itu.
Nah kalau
udah ada gejala kanyak gitu masing –masing dari kita harusnya instropeksi, ini
ada beberapa tips cara mempertahankan persahabatan, tapi kalau bubar mungkin
takdir tidak menjodohkan kita dalam persahabatan.
Beberapa Cara Mempertahankan
Persahabatan
Untuk persahabatan yang tengah kendor intimasinya karena ada perbedaan dan perubahan, hal-hal yang bisa kita lakukan adalah:
Untuk persahabatan yang tengah kendor intimasinya karena ada perbedaan dan perubahan, hal-hal yang bisa kita lakukan adalah:
Pertama, menjaga
ritme dan frekuensi hubungan. Jangan terlalu sering atau jangan sama sekali
putus hubungan. Aturlah ritme dan frekuensinya. Kenapa? Jika Anda terlalu
sering, padahal status dan peranan sahabat Anda itu sudah tidak seperti dulu
lagi, akan lain tafsirannya. Tapi jika hubungan itu terputus sama sekali, ini
juga tidak tepat.
Jika kebetulan nasib kita ternyata lebih di atas,
akan lebih bagus kalau kita yang berinisiatif memulai memelihara
persahabatan itu. Kalau memungkinkan dan itu dibutuhkan, yang perlu kita
lakukan bukan semata 'say hello' atau sekedar bernostalgia, melainkan
juga perlu merambah ke gagasan-gagasan pemberdayaan, entah untuk sahabat kita
yang lain atau untuk orang lain.
Kedua, hormati
privasinya. Dengan peranan dan status yang sudah tidak seperti dulu lagi, tentu
sahabat kita ini memiliki aturan hidup yang baru, entah itu terkait dengan
keluarganya atau pekerjaannya. Agar persahabatan tetap terjaga, yang perlu kita
lakukan adalah menghormati privasinya. Bahkan juga tidak saja perlu menghormati
dia semata, tetapi juga orang-orang penting di sekitarnya, misalnya saja
suami-istri, atasan-bawahan, dan lain-lain.
Apabila kita berada di posisi yang sebaliknya
(orang yang dicari), yang perlu kita hindari adalah curiga duluan kalau sahabat
kita ini pasti membawa masalah atau mau minta bantuan, hanya memberi nasehat
dengan cara merendahkan, hanya memamerkan kekayaan (unjuk-diri), atau
memperlakukannya terlalu formal dan menunjukkan kesan terlalu menjaga wibawa.
Ketiga, hindari
meminta bantuan dengan nada dan gaya menuntut (demanding) kecuali memang
ada suasana psikologis yang mendukung dan itu tidak melibatkan orang lain
selain sahabat Anda. Lebih-lebih, karena tuntutan kita tak terpenuhi, kita
kemudian menyebarkan gosip tak sedap, misalnya sahabat kita ini sekarang
orangnya sudah lain, makin sombong, angkuh, tak peduli, dan lain-lain. Akan
lebih sip kalau kita menempuh cara-cara profesional yang tetap mengedepankan
etika dan strategi.
Bila kita berada di posisi sebaliknya, hindari
mengeluarkan pernyataan semacam tidak bisa, itu sulit, atau itu tidak mungkin
dan semisalnya dengan nada untuk menutup berbagai kemungkinan. Kalau kita tidak
bisa membantu langsung, kita bisa membantu secara tidak langsung. Kalau kita
tidak bisa membantu keinginannya, kita bisa membantu kebutuhannya. Intinya,
munculkan semangat untuk membantu.
Itu semua bisa kita lakukan ketika persahabatan
kita dulu adalah persahabatan dalam hal-hal yang positif. Untuk persahabatan yang
negatif, tinggalkanlah dengan cara yang baik. Misalnya dulu kita punya geng
yang suka narkoba. Karena kita sudah tobat, kita perlu memutus hubungan
dengan sahabat-sahabat yang masih terlibat. Tujuannya adalah agar kita tidak
terlibat lagi.
Semangat buat menjalani persahabatan, aku berharap
bisa mempertahankan persahabatan ini. Ada pepatah yang pernah bilang "Sahabatmu adalah orang yang
sudah tahu banyak tentang dirimu dan tetap bersahabat
denganmu”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar