Minggu, 12 November 2017

GEJOLAK TRANSPORTASI UMUM DI INDONESIA

Transportasi umum di indonesia memang masih dalam tahap berkembang.  Transportasi umum di Indonesia masih jauh dari kata layak, tetapi Pemerintah sedang berbenah untuk itu. Transportasi umum dapat menyelamatkan sebuah kota dari himpitan kemacetan, karena mengurangi angka pengguna kendaraan pribadi. Sebagian besar masyarakat di Indonesia masih antipati terhadap transportasi umum mulai dari jorok, supir yang ugal-ugalan dan tidak adanya kepastian waktu. Di era milenial masyarakat mempunyai mobilitas yang tinggi dan padat, mereka butuh penyokong transportasi yang dapat memenuhi itu semua. 

Era digital sudah bermunculan transportasi online yang sangat menguntungkan masyarakat dengan tarif yang relatif terjangkau. Transportasi online memang berbasis aplikasi hanya bisa terinstal di telepon genggam tertentu. Menguntungkan memang, tetapi banyak dari masyarkat kita yang masih terisolir dengan kemajuan teknologi itu. Sehingga memang sasaran market dari transpostasi online memang belaum kesemua lapisan. Dengan kata lain transportasi umum konvensional masih bisa bertahan.

Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi seharusnya bukan menjadi sumber perpecahan di negara Indonesia. Kita harus belajar dari filosofi pasar " Banyak pedagang yang menjajakan produk sejenis di tempat yang sama tetapi tidak pernah protes". Bisa dibayangkan jika dalam satu tempat hanya ada satu pedagang yang menjajakan semua jenis produk maka tak akan pernah ada sebutan "pasar". Mungkin ini terdengar sepele, tetapi percayalah rezeki memang sudah ada yang mengatur. Era digital adalah salah satu wujud peradaban, yang mungkin akan tergantikan dengan berjalannya waktu dan populasi manusia.

Transportasi umum berjasa dalam membantu manusia untuk menjalankan rutinitasnya. Saya pernah mengutip statement salah satu penumpang di angkot “ Memang polusi, lama, panas, berdesak desak tetapi kalau jalan lebih capek, toh saya juga nggak punya motor sendiri”. Dari pernyataan tersebut sebanarnya ada harapan untuk transportasi umum yang lebih baik. Kita doakan saja semoga projek Pemerintah untuk transportasi umum berjalan sesuai rencana.




Rabu, 26 Juli 2017

kita sekumpulan manusia yang berbeda arah, pandangan, visi bahkan misi

persamaan dari kita hanyalah sama-sama berjuang untuk hidup
bukankah harusnya kita bisa untuk berbagi segala rasa?
mencoba untuk saling memahami derita masing-masing
itu sulit karena kita manusia yang berbeda generasi, adat, pola pikir
dan lebih sulit lagi karena kita berusaha menyamakannya
karena sampai hari akhir pun kita tak akan sama
.......

Melengkapi
sisi dari manusia ada lebih dan kurang
harusnya kita mencoba melengkapi hal yg kurang
bukan menonjolkan kelebihan, hanya untuk membanggakan diri
kita manusia yang sudah berumur
saatnya berfikir dengan otak dan nurani
membentengi diri dari sikap arogan
mencoba untuk menerima hal yang tak sepaham dengan kita
susah memang,
akupun juga masih belajar....

Sedih rasanya..
berada dalam kondisi seperti ini
bukannya bersatu tapi kita seperti menjauh secara perlahan-lahan
hanya ada kesalahpahaman
hanya ada tipu daya
tak ada rasa kepekaan
yang ada cuma ego dan ego
kita yang berada dalam lingkup kecil saja seperti ini
bercerai berai
berantakan

Selalu bertanya
ada apa dengan kita?
kenapa kita menjadi manusia dewasa yang bodoh
diperbudak oleh emosi
dipersekutukan dengan ego
kau dan dia beda, tapi bersatu
kenapa kita tidak?
apa mengkambinghitamkan sebuah rasa
rasa memang memilih tapi dia tidak menghindari
rasa mengajari kita untuk peka
bukan beku dengan kondisi sekitar


jika rasa menjadi alasannya
mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dibekali rasa
jika akhirnya rasa dijadikan alasan sebuah perpisahan
apa Tuhan Salah?
tidak Tuhan tidak salah
rasa kita yang salah....






Senin, 12 Juni 2017

TERSESAT

Terang namun tak terlihat
Semuanya bias
Nilai kebenaranpun mulai pupus
Perlahan lahan menghapus prinsip dalam hidup

yang tersisa hanya keraguan

Dimanipulasi oleh keadaan yang ada
Dibuat bertekuk lutut atas ketidakberdayaan
Dipaksa menyerah atas asa yang masih menggelora
Dirampas logika pikir yang berdasar fakta
yang tersisa hanya kecemasan

Hidup itu keserasian
baik buruk senang sedih bengkok lurus
lalu kenapa harus diselaraskan?
Mengapa logika ini menjadi terbalik?
Beri ruanglah pada mereka untuk berdampingan...

Kita manusia bebas
kita butuh ruang bebas
tapi kebebasan itu malah membelenggu nurani
memeranjakan empati kita
yang tersisa hanyalah perseteruan





BUNGKAM semua gelap tak beraturan deru ombak membingkai kebisuan ini menegaskan sebuah kenyataan hidup siulan angin mendayu perasaan ya...