Jumat, 16 Februari 2018

BUNGKAM

semua gelap tak beraturan
deru ombak membingkai kebisuan ini
menegaskan sebuah kenyataan hidup
siulan angin mendayu perasaan yang mulai kacau
awan malam mengelabuhi mata yang sembab
ekspresi jiwa mulai datar

tubuh ini mulai gontai
tak ada ketegeran sebagai kekuatan
tatapan mulai kabur
hari yang cerah seakan senja
mulut ini masih bisu
walau hati berontak bersuara

pikiran ini dirundung ilusi
seandainya seandainya dan seandainya
setiap arti mata yang jatuh
bentuk dari suara yang tertahan
tubuh kaku bak dibius
hanya kebimbangan yang tersisa

berjalan tanpa tau tujuan
seolah tiada akhir dipenghujung jalan
suara lantang yang begitu vokal
tenggelam oleh badai pengkhianatan
mimpi yang ambisius
dihancurkan oleh keegoisan manusia serakah

penindasan yang begitu gencar
menggrogoti akar dari nilai kemanusian
uang dan jabatan begitu penting
pencitraan yang dibangun dengan kepalsuan
kau beli satu suara tapi kau lupa
suara akan tak berarti tanpa akal






Minggu, 12 November 2017

GEJOLAK TRANSPORTASI UMUM DI INDONESIA

Transportasi umum di indonesia memang masih dalam tahap berkembang.  Transportasi umum di Indonesia masih jauh dari kata layak, tetapi Pemerintah sedang berbenah untuk itu. Transportasi umum dapat menyelamatkan sebuah kota dari himpitan kemacetan, karena mengurangi angka pengguna kendaraan pribadi. Sebagian besar masyarakat di Indonesia masih antipati terhadap transportasi umum mulai dari jorok, supir yang ugal-ugalan dan tidak adanya kepastian waktu. Di era milenial masyarakat mempunyai mobilitas yang tinggi dan padat, mereka butuh penyokong transportasi yang dapat memenuhi itu semua. 

Era digital sudah bermunculan transportasi online yang sangat menguntungkan masyarakat dengan tarif yang relatif terjangkau. Transportasi online memang berbasis aplikasi hanya bisa terinstal di telepon genggam tertentu. Menguntungkan memang, tetapi banyak dari masyarkat kita yang masih terisolir dengan kemajuan teknologi itu. Sehingga memang sasaran market dari transpostasi online memang belaum kesemua lapisan. Dengan kata lain transportasi umum konvensional masih bisa bertahan.

Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi seharusnya bukan menjadi sumber perpecahan di negara Indonesia. Kita harus belajar dari filosofi pasar " Banyak pedagang yang menjajakan produk sejenis di tempat yang sama tetapi tidak pernah protes". Bisa dibayangkan jika dalam satu tempat hanya ada satu pedagang yang menjajakan semua jenis produk maka tak akan pernah ada sebutan "pasar". Mungkin ini terdengar sepele, tetapi percayalah rezeki memang sudah ada yang mengatur. Era digital adalah salah satu wujud peradaban, yang mungkin akan tergantikan dengan berjalannya waktu dan populasi manusia.

Transportasi umum berjasa dalam membantu manusia untuk menjalankan rutinitasnya. Saya pernah mengutip statement salah satu penumpang di angkot “ Memang polusi, lama, panas, berdesak desak tetapi kalau jalan lebih capek, toh saya juga nggak punya motor sendiri”. Dari pernyataan tersebut sebanarnya ada harapan untuk transportasi umum yang lebih baik. Kita doakan saja semoga projek Pemerintah untuk transportasi umum berjalan sesuai rencana.




Rabu, 26 Juli 2017

kita sekumpulan manusia yang berbeda arah, pandangan, visi bahkan misi

persamaan dari kita hanyalah sama-sama berjuang untuk hidup
bukankah harusnya kita bisa untuk berbagi segala rasa?
mencoba untuk saling memahami derita masing-masing
itu sulit karena kita manusia yang berbeda generasi, adat, pola pikir
dan lebih sulit lagi karena kita berusaha menyamakannya
karena sampai hari akhir pun kita tak akan sama
.......

Melengkapi
sisi dari manusia ada lebih dan kurang
harusnya kita mencoba melengkapi hal yg kurang
bukan menonjolkan kelebihan, hanya untuk membanggakan diri
kita manusia yang sudah berumur
saatnya berfikir dengan otak dan nurani
membentengi diri dari sikap arogan
mencoba untuk menerima hal yang tak sepaham dengan kita
susah memang,
akupun juga masih belajar....

Sedih rasanya..
berada dalam kondisi seperti ini
bukannya bersatu tapi kita seperti menjauh secara perlahan-lahan
hanya ada kesalahpahaman
hanya ada tipu daya
tak ada rasa kepekaan
yang ada cuma ego dan ego
kita yang berada dalam lingkup kecil saja seperti ini
bercerai berai
berantakan

Selalu bertanya
ada apa dengan kita?
kenapa kita menjadi manusia dewasa yang bodoh
diperbudak oleh emosi
dipersekutukan dengan ego
kau dan dia beda, tapi bersatu
kenapa kita tidak?
apa mengkambinghitamkan sebuah rasa
rasa memang memilih tapi dia tidak menghindari
rasa mengajari kita untuk peka
bukan beku dengan kondisi sekitar


jika rasa menjadi alasannya
mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dibekali rasa
jika akhirnya rasa dijadikan alasan sebuah perpisahan
apa Tuhan Salah?
tidak Tuhan tidak salah
rasa kita yang salah....






Senin, 12 Juni 2017

TERSESAT

Terang namun tak terlihat
Semuanya bias
Nilai kebenaranpun mulai pupus
Perlahan lahan menghapus prinsip dalam hidup

yang tersisa hanya keraguan

Dimanipulasi oleh keadaan yang ada
Dibuat bertekuk lutut atas ketidakberdayaan
Dipaksa menyerah atas asa yang masih menggelora
Dirampas logika pikir yang berdasar fakta
yang tersisa hanya kecemasan

Hidup itu keserasian
baik buruk senang sedih bengkok lurus
lalu kenapa harus diselaraskan?
Mengapa logika ini menjadi terbalik?
Beri ruanglah pada mereka untuk berdampingan...

Kita manusia bebas
kita butuh ruang bebas
tapi kebebasan itu malah membelenggu nurani
memeranjakan empati kita
yang tersisa hanyalah perseteruan





Senin, 30 Maret 2015

 Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka. (http://id.wikipedia.org/wiki).
Entah bagaimana persahabatan itu bisa terjalin diantara kami. Kita mempunyai kesamaan mulai dari prinsip, sikap, sifat bahkan cara pandang terhadap sesuatu. Harusnya bahagia mempunyai sahabat yang seperti itu, tapi tidak seperti yang dibayangkan. Justru ketika mempunyai kesamaan dengan seseorang kata tidak setuju sering muncul, satu sama lain berusaha untuk dipahami maksudnya. Diantara kita sama-sama egois, keras kepala. Mulai dari itu aku mulai merenungkan apa persahabatan ini salah.
Kalau menurut ucapannya Sigmund Freud, orang dewasa itu isi pikirannya yang paling dominan hanya dua: to love and to work. Mereka berkonsentrasi pada keluarga (to love) dan kerjaannya (to work). Kohesi persahabatan yang terjadi pada kehidupan orang dewasa biasanya adalah lanjutan dari persahabatan sebelumnya atau karena kepentingan dan kondisi yang dirasakan sangat spesifik (benar-benar senasib).  Nah lo apa hubungannya coba sama statement diatas.. nggak da sih cuman pingin namabahin ja, siapa tau bermanfaat.

Kalau dilihat dari tanda-tandanya apa mungkin persahabatanku dengannya mulai renggang? Entahlah, tapi aku ingin berusaha untuk mempertahankan, bagaimanapun pasti ada solusinya. Tapi menurut Duck (1985), biasanya fase-fase bubarnya hubungan (disolusi) itu diawali dari proses di bawah ini:
  1. Ketidakpuasan dari hubungan itu. Misalnya saja kita menerima perlakuan yang tidak fair, atau persahabatan yang ada tidak membuahkan hasil-hasil tertentu seperti yang semula dibayangkan. Misalnya saja persahabatan karena narkoba.
  2. Upaya menarik diri. Kita sudah merasa tidak cocok lagi atau ada keinginan untuk menentang atau juga kita menarik diri. Bisa juga setelah kita menghitung untung-rugi, manfaat-keuntungan.
  3. Mempraktekkan keputusan unuk menghindar atau menjauh 
Bisa juga disolusi itu terjadi sesuai dengan urutan yang ditemukan Hawk Williams (The essence of managing group & teams, 1996) berikut ini:
  • Ada problem yang kita jumpai (menurut versi kita) pada dia
  • Kita membiarkan / tidak menunjukkan problem itu kepada orang yang kita anggap punya masalah dengan kita 
  • Problem itu tetap muncul atau terus bertambah
  • Perasaan negatif terus menggunung / mengakumulasi
  • Kita kehilangan perspektif tentang orang itu.
Nah kalau udah ada gejala kanyak gitu masing –masing dari kita harusnya instropeksi, ini ada beberapa tips cara mempertahankan persahabatan, tapi kalau bubar mungkin takdir tidak menjodohkan kita dalam persahabatan.
Beberapa Cara Mempertahankan Persahabatan
Untuk persahabatan yang tengah kendor intimasinya karena ada perbedaan dan perubahan, hal-hal yang bisa kita lakukan adalah:
Pertama, menjaga ritme dan frekuensi hubungan. Jangan terlalu sering atau jangan sama sekali putus hubungan. Aturlah ritme dan frekuensinya. Kenapa? Jika Anda terlalu sering, padahal status dan peranan sahabat Anda itu sudah tidak seperti dulu lagi, akan lain tafsirannya. Tapi jika hubungan itu terputus sama sekali, ini juga tidak tepat.
Jika kebetulan nasib kita ternyata lebih di atas,  akan lebih bagus kalau kita yang berinisiatif memulai memelihara persahabatan itu. Kalau memungkinkan dan itu dibutuhkan, yang perlu kita lakukan bukan semata 'say hello' atau sekedar bernostalgia, melainkan juga perlu merambah ke gagasan-gagasan pemberdayaan, entah untuk sahabat kita yang lain atau untuk orang lain.
Kedua, hormati privasinya. Dengan peranan dan status yang sudah tidak seperti dulu lagi, tentu sahabat kita ini memiliki aturan hidup yang baru, entah itu terkait dengan keluarganya atau pekerjaannya. Agar persahabatan tetap terjaga, yang perlu kita lakukan adalah menghormati privasinya. Bahkan juga tidak saja perlu menghormati dia semata, tetapi juga orang-orang penting di sekitarnya, misalnya saja suami-istri, atasan-bawahan, dan lain-lain.
Apabila kita berada di posisi yang sebaliknya (orang yang dicari), yang perlu kita hindari adalah curiga duluan kalau sahabat kita ini pasti membawa masalah atau mau minta bantuan, hanya memberi nasehat dengan cara merendahkan, hanya memamerkan kekayaan (unjuk-diri), atau memperlakukannya terlalu formal dan menunjukkan kesan terlalu menjaga wibawa.
Ketiga, hindari meminta bantuan dengan nada dan gaya menuntut (demanding) kecuali memang ada suasana psikologis yang mendukung dan itu tidak melibatkan orang lain selain sahabat Anda. Lebih-lebih, karena tuntutan kita tak terpenuhi, kita kemudian menyebarkan gosip tak sedap, misalnya sahabat kita ini sekarang orangnya sudah lain, makin sombong, angkuh, tak peduli, dan lain-lain. Akan lebih sip kalau kita menempuh cara-cara profesional yang tetap mengedepankan etika dan strategi.
Bila kita berada di posisi sebaliknya, hindari mengeluarkan pernyataan semacam tidak bisa, itu sulit, atau itu tidak mungkin dan semisalnya dengan nada untuk menutup berbagai kemungkinan. Kalau kita tidak bisa membantu langsung, kita bisa membantu secara tidak langsung. Kalau kita tidak bisa membantu keinginannya, kita bisa membantu kebutuhannya. Intinya, munculkan semangat untuk membantu. 
Itu semua bisa kita lakukan ketika persahabatan kita dulu adalah persahabatan dalam hal-hal yang positif. Untuk persahabatan yang negatif, tinggalkanlah dengan cara yang baik. Misalnya dulu kita punya geng yang suka narkoba. Karena kita sudah tobat,  kita perlu memutus hubungan dengan sahabat-sahabat yang masih terlibat. Tujuannya adalah agar kita tidak terlibat lagi.
Semangat buat menjalani persahabatan, aku berharap bisa mempertahankan persahabatan ini. Ada pepatah yang pernah bilang "Sahabatmu adalah orang yang sudah tahu banyak tentang dirimu  dan tetap bersahabat denganmu”.

BUNGKAM semua gelap tak beraturan deru ombak membingkai kebisuan ini menegaskan sebuah kenyataan hidup siulan angin mendayu perasaan ya...