Rabu, 26 Juli 2017

kita sekumpulan manusia yang berbeda arah, pandangan, visi bahkan misi

persamaan dari kita hanyalah sama-sama berjuang untuk hidup
bukankah harusnya kita bisa untuk berbagi segala rasa?
mencoba untuk saling memahami derita masing-masing
itu sulit karena kita manusia yang berbeda generasi, adat, pola pikir
dan lebih sulit lagi karena kita berusaha menyamakannya
karena sampai hari akhir pun kita tak akan sama
.......

Melengkapi
sisi dari manusia ada lebih dan kurang
harusnya kita mencoba melengkapi hal yg kurang
bukan menonjolkan kelebihan, hanya untuk membanggakan diri
kita manusia yang sudah berumur
saatnya berfikir dengan otak dan nurani
membentengi diri dari sikap arogan
mencoba untuk menerima hal yang tak sepaham dengan kita
susah memang,
akupun juga masih belajar....

Sedih rasanya..
berada dalam kondisi seperti ini
bukannya bersatu tapi kita seperti menjauh secara perlahan-lahan
hanya ada kesalahpahaman
hanya ada tipu daya
tak ada rasa kepekaan
yang ada cuma ego dan ego
kita yang berada dalam lingkup kecil saja seperti ini
bercerai berai
berantakan

Selalu bertanya
ada apa dengan kita?
kenapa kita menjadi manusia dewasa yang bodoh
diperbudak oleh emosi
dipersekutukan dengan ego
kau dan dia beda, tapi bersatu
kenapa kita tidak?
apa mengkambinghitamkan sebuah rasa
rasa memang memilih tapi dia tidak menghindari
rasa mengajari kita untuk peka
bukan beku dengan kondisi sekitar


jika rasa menjadi alasannya
mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan dibekali rasa
jika akhirnya rasa dijadikan alasan sebuah perpisahan
apa Tuhan Salah?
tidak Tuhan tidak salah
rasa kita yang salah....






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUNGKAM semua gelap tak beraturan deru ombak membingkai kebisuan ini menegaskan sebuah kenyataan hidup siulan angin mendayu perasaan ya...